Circumfix - me(N)-kan

Summary

  • Me(N)-kan verbs are primarily transitive
  • They can have causative or benefactive meaning
  • Sometimes suffix -kan is optional (memberi, mendapat, mengantar)
  • The suffix -kan is generally replaced by the suffix -i in informal spoken language
  • Some me-kan words are adjectives as well as verbs. A few me(N)-kan words are either adjective or verbs, not both
  • Verbs affixed with me(N)-kan have different meaning than those affixed with member-kan
  • Answers can be found at the bottom of the page

Part 1. Note:

  • Can be created from an adjective (kata sifat)
  • Verb (Kata kerja) then has the meaning "cause so" (menyebabkan jadi) – Causative
  • Benefactive

Contoh:

  • Lampu di kelas ini mati. Dia menghidupkan lampu itu. Sekarang lampu itu hidup.

  • Rumahnya kecil. Dia membesarkan rumahnya. Sekarang rumahnya besar.

 

Latihan:

  1. Jalan di kampung itu sempit. Penduduk ......................... jalan itu. Sekarang jalan itu lebar.

  2. Udara di luar dingin. Matahari ......................... udara. Sekarang udara diluar panas.

  3. Mobil itu lambat. Sopir ................................... mobil itu. Sekarang mobil itu cepat.


Part 2. Note:

  • Can be put with Verb (Kata kerja) and Noun (Kata benda)
  • Verb (Kata kerja) has the meaning of “object” (objek) or made so (membuat menjadi)

  

Contoh:

  • Pukul 6:30 adik masih tidur. Kakak membangunkan adik. Sekarang dia bangun dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.

  • Pemerintah Australia memulangkan dua orang warga negara asing karena mereka masuk ke Australia secara ilegal.

Latihan:

  1. Jembatan itu menghubungkan kedua kampung itu. Dua hari yang lalu jembatan itu ................. karena banjir. Banjir itu ................................ hubungan kedua kampung itu (putus).

  2. Saya mau minum susu, tetapi susu ...................... dan gula .................. Mungkin adik saya telah ......................nya tadi pagi (habis).

  3. Produksi minyak Negara Brunei Darussalam sangat banyak. Produksi minyak ........................... kemakmuran negara itu (datang).


Part 3. Note:

  • Me(N)-Kan that sticks to a noun (kata benda) that stated a PLACE means bring to or carry to

Contoh:

  • Saya akan membawakan ke tepi dulu mobil ini, kemudian kita bicara

  • Saya akan menepikan dulu mobil ini, kemudian kita bicara

Latihan:

Ubahlah kalimat-kalimat di bawah ini dengan meN-kan:

  1. Karena cuaca buruk pilot tidak dapat membawa ke darat pesawatnya

  2. Setiap petang Dodi membawa masuk ke kandang sapinya

  3. Ayah membawa masuk ke barang-barang itu ke bagasi


Part 4. Note:

  • Me – Kan pada kata sifat tertentu dapat dipakai untuk menyatakan perasaan

 

Contoh:

Liburan itu menggembirakan saya.

Latihan:

Isilah titik-titik di bawah ini dengan kata-kata yang telah disediaka

*pilihan kosa katanya dapat digunakan beberapa kali.

  1. Perjalanan ini .......................... kami karena memakan waktu 10 jam

  2. Fantastis! Candi Borobudur itu sungguh ............................. .

  3. Penjelasan kedua pejabat itu .................................... kami karena penjelasannya bertentangan.

  4. Latihan matematika ini ................................... saya

  5. Jam karet selalu ........................................ kita

  6. Gambar kartun itu ................................ hatiku

  7. Ujian besok ............................................ saya

  8. Harimau itu ................................... adik saya

  9. Hasil ujian kemarin ........................................ saya

  10. Konflik antarsuku itu .................................... semua pihak

  11. Letusan ban mobil itu ..................................... saya

  12. Kemampuan ikan lumba-lumba itu .......................................... penonton

  13. Kesehatan ibu sungguh-sungguh .................................... kami

  14. Pelajaran tata bahasa ini ...................................... saya

  15. Kedatanganmu yang tiba-tiba ..................................... saya

Photo by Pahala Basuki on Unsplash. UniBRIDGE Project

Photo by Pahala Basuki on Unsplash. UniBRIDGE Project

  • Membingungkan
  • Menggelisahkan
  • Melelahkan
  • Menggelikan
  • Membosankan
  • Mengherankan
  • Menjengkelkan
  • Mengecewakan
  • Menakutkan
  • Mengejutkan
  • Mengagumkan
  • Mencemaskan
  • Memusingkan
  • Memprihatinkan

Contrast between Me-kan and member-kan

Some verbs suffixed by –kan have the same base but different meaning, depending on whether they have the prefix Me- or the prefix member-

Melakukan: to do, carry out or commit something

Memberlakukan: To put something into effect i.e regulations, sanction

Menghentikan: to stop

Memberhentikan: To sack someone


Conversation sample:

Photo by Kendyle Nelsen on Unsplash . UniBRIDGE Project

Sinopsis: Dua orang teman baru saja berkenalan dan mereka mulai berbincang mengenai rencana masa depan.

Dewi: Sudah berapa lama kamu di Australia?

Lisa: Wah, sudah 2,5 tahun.

Dewi: Lama juga ya. Kuliah di sini? Tidak merindukan kampung halaman?

Lisa: Aku melanjutkan gelar master di UTS. Tentu saja, Aku sangat merindukannya! Terutama keluargaku dan makanan! Tapi ya tidak apa-apa karena sebentar lagi aku akan lulus kuliah jadi aku bisa pulang kalau sudah tamat.

Aku ingin mempraktekkan apa yang sudah aku pelajari di sini. Aku akan mencari pekerjaan dalam bidang penelititan perkembangan anak dan juga ingin sekali menjadi bagian dari sebuah penelitian dalam bidang ini.

Dewi: Hebat ya, aku salut! Apakah kamu sudah mulai mencari-cari pekerjaan yang kamu inginkan itu?

Lisa: Ya sudah. Aku sudah menyebarkan resume aku ke perusahaan dan sekolah besar di Indonesia.

Dewi: Bagaimana? Sudah ada kemajuan?

Lisa: Ya, ada beberapa perusahaan yang sudah mengontak aku dan aku akan diwawacari minggu ini lewat skype. Semoga saja beberapa dari mereka akan mempertimbangkan lamaranku.

Dewi: Ya, keren! Semoga lancar ya!

Lisa: Ya, terima kasih. Sukses untukmu juga


Sinopsis: Dalam acara TV ‘bincang keluarga’ seorang penelepon menanyakan saran kepada seorang Dokter anak mengenai anaknya yang suka menonton TV.

Selamat datang di acara bincang keluarga! Tema hari ini ada ‘masalah remaja’. Saya mengajak penonton di rumah untuk menelepon kami dan berbincang singkat dengan ahli anak Dr. Srikandi Juwita yang telah bergabung bersama kami dalam studio.

(seseorang menelepon)

Pembawa acara: Halo, dengan siapa?

Penelepon: Dengan Ibu Sita di Tanggerang.

Pembawa acara: Silakan langsung saja bu. Dr. Srikandi siap menjawab pertanyaan Anda.

Penelepon: Begini Dokter. Prestasi anak saya yang beruisa 13 tahun semakin buruk. Belakangan ini dia maunya menonton TV saja. Sebenarnya dia menjadi couch potato. Bapaknya sering kali geram ketika menemukannya seperti itu. Kemudian, dia mematikan TVnya dan anak saya menjadi marah dan langsung tidak mau berbicara. Apa nasihan Dokter?

Dokter Srikandi: Ibu Sita, ada penelitan yang menunjukkan bahwa lamanya waktu menonton TV yang dihabiskan oleh anak-anak, akan mempengaruhi perkembangan jiwa dan juga pertumbuhannya. Misalnya, anak-anak yang menghabiskan waktu lama di depan TV cenderung akan menderita kegemukan. Banyak faktornya, misalnya mereka akan suka mengemil dan kurang bergerak. Ini tidaklah baik ibu.

Ibu juga harus menyadari bahwa tidak semua program-program TV yang ditayangkan akan berpengaruh baik pada anak-anak. Saya menyarankan, ibu perlu melaksanakan peraturan yang sederhana misalnya dengan memperbolehkan menonton TV jika P.R. atau tugas sekolah telah selesai dan ibu harus membatasi berapa jam yang bisa ia dapatkan. Ibu bisa berkompromi dengan dia dan saya rasa cara ini lebih baik dari pada melarangnya.

Saya juga ingin menganjurkan, ibu bisa memasukan anaknya ke klub-klub sosial remaja atau olah raga. Tentu saja, ibu perlu menyesuaikan dengan hobinya atau kelebihannya. Ini tidak hanya akan meningkatkan keterampilannya dalam bidang sosial tetapi juga jiwa dan kesehatannya.

Penelepon: Terima kasih Dokter atas sarannya. Saya akan segera melaksanakan saran Dokter.

Dokter Srikandi: Sama-sama Ibu, semoga berhasil.