In-country Study Trip 2016 – Australia

UniBRIDGE Project

In-country Study Trip 2016 – Australia

By Steven Parera

Day 1. Coogee Beach, Sydney, Australia

Ada pepatah bijak yang berbunyi “Usaha tidak pernah menghianati hasil”. Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali mendapat informasi dari Director UniBRIDGE Project, Chris Hall, bahwa saya terpilih sebagai penerima penghargaan dari UniBRIDGE Project untuk berkunjung ke Australia. UniBRIDGE (University Building Relationship through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) Project merupakan program pertukaran bahasa dan budaya antara mahasiswa Indonesia dan Australia, yang sudah berjalan selama 4 tahun, yaitu sejak tahun 2012. Perasaan senang dan tidak percaya bercampur menjadi satu pada saat itu. Sesaat setelah pengumuman resmi dilakukan, saya dan salah seorang teman yang juga terpilih sebagai penerima penghargaan, Qrezpy Pariamalinya, mulai melakukan segala bentuk persiapan menjelang keberangkatan, diantaranya visa, passport dan asuransi perjalanan. Pada rencana awal, kami berangkat ke Australia melalui Denpasar, pada tanggal 8 Agustus 2016 dan kembali ke Indonesia pada tanggal 25 Agustus 2016. Namun atas pertimbangan beberapa hal, waktu kepulangan kami ke Indonesia diundur ke tanggal 29 Agustus 2016.

Kami berangkat dari Kupang menuju Denpasar tanggal 8 Agustus 2016 lalu melanjutkan penerbangan dari Denpasar menuju Sydney pada hari yang sama. Kami tiba di Bandara Internasional Kingsford Smith, Sydney pada tanggal 9 Agustus 2016. Setelah melakukan check-in di Coogee Beachside Hotel, kami berjalan kaki di Pantai Coogee. Hari pertama di Sydney kami habiskan untuk berkeliling dan menikmati keindahan kota Sydney. Hari kedua, kami melakukan interview di Radio SBS Australia Siaran Indonesia. Pada interview tersebut, kami ditanya tentang pengalaman selama bergabung dalam UniBRIDGE dan berbagai pertanyaan lainnya yang berkaitan dengan dunia pendidikan, baik di Indonesia maupun Australia. Setelah menyelesaikan interview di Radio SBS Australia, kami melanjutkan perjalanan menuju Universitas Sydney untuk bergabung bersama mahasiswa Australia yang belajar bahasa Indonesia di kampus tersebut. Jumlah siswa yang tergabung dalam kelas bahasa Indonesia cukup banyak yaitu sekitar 20 orang. Hari ketiga di Sydney kami habiskan dengan mengunjungi beberapa tempat terkenal yaitu Sydney Opera House, Harbour Bridge, Royal Botanic Garden, Manly Beach, The Rocks dan beberapa tempat menarik lainya. Pada sore hari, ditemani Director UniBRIDGE Project, Chris Hall, kami menghadiri event yang diselenggarakan oleh AIYA New South Wales yang juga membahas tentang UniBRIDGE Project. Kegiatan tersebut bertempat di The Australian Heritage Hotel, Sydney. Setelah menyelesaikan kegiatan bersama AIYA NSW, kami pun kembali ke penginapan untuk berkemas-kemas karena kami akan berangkat ke Darwin keesokan harinya, yaitu tanggal 12 Agustus 2016.

Steven & Qrezpy on SBS Radio Australia

Steven, Qrezpy and the crew from AIYA NSW & AIYA National

Kami tiba di Darwin tanggal 12 Agustus 2016. Cuaca di Darwin tidak jauh beda dengan cuaca di Kupang. Selama 6 hari berada di Darwin, kami melakukan berbagai aktifitas dan tinggal bersama teman-teman yang sudah kami kenal sebelumnya, baik teman-teman UnBRIDGE maupun BIPA. Kami mengikuti event yang diselenggarakan oleh AIYA Northern Territory yang bertempat di International House, Charles Darwin University, Darwin. Dalam kegiatan ini, kami memperesentasikan tentang program UniBRIDGE dan manfaat yang didapat jika bergabung dalam program ini. Kami bertemu dengan bapak Konsul Indonesia di Darwin, dan juga staf dari DFAT NT Office. Selain itu, kami juga mengunjungi beberapa tempat dan event menarik di Darwin, yaitu Black Pitch Air Show, Flower Festival, Darwin Botanical Garden, Casuarina Square, Nightcliff, Northern Territory Art and Galery Museum, Adelaide River War Cemetary, Goverment House of Northern Territory dan Darwin Waterfront. Kami juga berkesempatan mengunjungi Darwin City Council dan bertemu Ibu Walikota Darwin, Kathrina Fong Lim, dan berbicara banyak hal terutama tentang hubungan Indonesia dan Australia. Selain itu kami juga diundang untuk berkunjung dan mengikuti kelas bahasa Indonesia di CSC (Casuarina Senior College). Kami juga mengikuti upacara peringatan kemerdekaan Indonesia di Kantor Konsulat Republik Indonesia Darwin, bersama warga negara Indonesia yang tinggal di Darwin, Palmerstone dan sekitarnya.

Steven speaks at a Darwin event

Mayor for a day - in Darwin

Pada tanggal 18 Agustus 2016, kami berangkat ke Brisbane, Queensland. Sama halnya dengan di Darwin, kami mengikuti beberapa kegiatan dan mengunjungi beberapa tempat menarik di Queensland. Kami mengunjungi beberapa universitas di Brisbane, yaitu University of Queensland, Queensland University of Technology dan Griffith University. Kami juga mengunjungi University of the Sunshine Coast yang berjarak 2 jam perjalanan dari kota Brisbane. Pada tanggal 20 Agustus 2016, kami meenghadiri AIYA Queensland Meet and Greet bertempat di Sunshine Coast Surfing Club. Kami juga mengunjungi beberapa tempat menarik di Quensland, yaitu Australia Zoo, Noosa National Park, Hell’s Gate, Brisbane Botanical Garden. Kami juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi St. John’s College di Nambour dan mengikuti kelas Bahasa Indonesia di sekolah tersebut. Hari terakhir di Queensland kami lewati dengan mengikuti kelas bahasa Indonesia di University of the Sunshine Coast dan bergabung bersama mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di kampus ini dalam International Food Festival.

Kami berangkat ke Perth, Australia Barat pada tanggal 24 Agustus 2016. Selama 6 hari di Parth, kami mengunjungi berbagai tempat menarik, yaitu Perth Central Business District (Perth CBD), City Beach, Cottesloe, City of Fremantle, Fremantle Market, Subiacco Sunday Market, King’s Park, Swan Valley, Western Australia Maritime Museum, Araluen Botanical Garden, Margareth River Chocolate Factory. Kami juga mengunjungi kampus University of Western Australia dan mengikuti acara yang diadakan oleh mahasiswa internasional yang berkuliah di kampus itu. Kami berkesempatan menemui beberapa orang teman yang tinggal di Perth. Tidak lupa kami juga mencoba semua jenis moda trasportasi yang ada di Perth, baik itu bus, kereta api maupun ferry. Kami kembali ke Indonesia tanggal 29 Agustus 2016.